Rejeki adalah sebuah misteri besar yang tak seorang pun dapat mengetahuinya. jika dapat berhadapan dengan anak kecil, tahukah kita, apakah anak itu miskin? menjadi pejabat atau orang jelata?
bahkan terhadap nasib sendiri pun, kita lebih baik atau lebih buruk dari sekarang?
sesungguhnya rejeki, jodoh dan kematian adalah sebuah misteri yang dirahasiakan oleh Allah. sebuah hadis dari abdullah bin mas'ud ra. menerangkan bahwa suatu ketika Ummu Habibah pernah berdoa demikian,
"Wahai Allah, panjangkanlah usiaku bersama suamiku, Abu Sufyan,Serta bersama saudaraku, Muawiyah. "Rasulullah saw .kemudian menegur Ummu Habibah "Sesungguhnya kamu memohon kepada Allah Azza wa Jalla ajal, kematian dan rejeki yang telah ditentukan, yang Allah tidak akan mengajukan atau mengundurkannya sedikit pun. kalau kamu memohon kepada Allah agar Dia menyelamatkanmu dari siksa neraka dan siksa kubur, itu lebih baik bagimu. "HR.Muslim."
Dalam riwayat yang lain abdullah bin Mas’ud berkata: Kami pernah diberitahu oleh Rasulullah saw. Orang yang benar dan diakui kebenarannya, “Sesungguhnya seorang manusia mulai diciptakan di dalam perut ibunya setelah proses 40 hari berikutnya, lalu menjadi segumpal daging setelah 40 hari berikutnya, setelah 40 hari berikutnya, setelah itu Allah Azza wa Jalla megutus dan di perintah dengan empat ketentuan: rejeki, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. Demi Allah tiada tuhan selain dia sungguh ada orang yang mengerjakan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dia dan surga hanya satu hasta, tetapi suratan takdir telah ditentukan, sehingga dia kemudian mengerjakan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dia dan neraka hanya satu kasta, tetapi takdir telah di tentukan, sehingga kemudian malam dia mengerjakan amalan ahli surga, lalu akhirnya dia masuk surga. “HR.Muslim.”
Rejeki dan jodoh sudah ditentukan. Karenanya Ummu Habibah ketika meminta demikian, Rasulullah saw. Menasihati agar meminta sesuatu yang menyelamatkan. Dalam hadis lain telah di terangkan bahwa saat bayi masih di dalam kandungan, Allah telah menentukan rejeki, ajal dan amal-amalnya. Ini berarti persoalan rejeki merupakan suatu yang misteri. Merupakan rahasia yang tidak semua orang biasa mengungkapnya
Rejeki kita sebenarnya sangat luas
Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk hidup
selalu di- beri rejeki. Bahkan rejeki yang diberikannya kepada mereka itu
sangatlah luas. Kita sendripun sebenarnya oleh Allah diberikan rejeki yang luar
biasa banyaknya. Hanya karna kebodohan dan keterbatasan pengetahuan, sehingga
kita tidak menyadarinya.
Orang sering berkeluh
kesah dan menyesali hidup karna merasa rejekinya sempit. Karena ia tidak dapat
memahami hakikat rejeki. Mereka hanya memandang bahwa rejeki itu berupa harta
kekayaan. Padahal rejeki itu dapat berupa apa saja.
Orang yang menilai
bahwa rejeki itu hanya terkait pada harta benda, maka piciklah pandangan hidup
mereka. Segala sesuatunya diukur dengan harta kekayaan. Baginya akan merasa
terhomat apabila memiliki harta banyak. Harta diyakini dapat menaikkan harga
diri. Pandangan semacam ini tak ubahnya orang – orang musyrik di jaman
rasulullah saw. Karena Muhammad berasal dari keluarga yang tidak terlalu kaya,
maka tiada pantas menyandang nabi sebagai nabi Allah. Mereka menolak kebenaran
EmoticonEmoticon